Kalbarsatu|Pontianak, Kalbar – Suasana malam takbiran Idul Fitri di Kota Pontianak berlangsung meriah dengan dentuman meriam karbit yang menggema di sepanjang tepian Sungai Kapuas, sabtu malam.
Sejak selepas salat Isya, warga mulai memadati bantaran sungai untuk menyaksikan tradisi khas yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Dentuman meriam karbit terdengar bersahut-sahutan, berpadu dengan lantunan takbir yang menggema dari masjid dan mushala.
Meriam karbit yang terbuat dari batang kayu besar dioperasikan secara berkelompok oleh warga. Proses penyalaan dilakukan dengan memasukkan karbit ke dalam meriam, kemudian diberi air untuk menghasilkan gas yang selanjutnya disulut api hingga menimbulkan suara ledakan yang keras.
Salah satu warga, Ridwan (40), mengatakan bahwa tradisi ini selalu dinantikan setiap malam Idul Fitri. “Ini sudah jadi kebiasaan turun-temurun. Malam lebaran terasa kurang lengkap tanpa suara meriam karbit,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan turut melakukan pengawasan guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Petugas juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam penggunaan bahan karbit serta menjaga jarak aman saat meriam dinyalakan.
Tradisi meriam karbit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kegembiraan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.
Dengan tetap menjaga keselamatan dan ketertiban, dentuman meriam karbit di malam takbiran diharapkan terus menjadi warisan budaya yang lestari di Kota Pontianak.
Tim Red
%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%20-%202026-03-20T211326.947.jpg)