KALBARSATU | PONTIANAK - Kehadiran Panorama Jetski di Kota Pontianak dinilai sebagai langkah inovatif dalam mengembangkan potensi pariwisata air di Sungai Kapuas. Program ini tidak hanya menghadirkan alternatif rekreasi baru, tetapi juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memperkuat citra pariwisata daerah.
Pengamat hukum dan kebijakan publik, Dr. Herman Hofi Munawar, menegaskan bahwa Sungai Kapuas memiliki nilai strategis yang tidak hanya sebagai jalur transportasi logistik, tetapi juga sebagai aset wisata yang sangat potensial. Menurutnya, perpaduan antara aktivitas jetski dengan panorama sungai dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan wisata air tersebut tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan dan ketertiban pelayaran. Aktivitas jetski harus dipastikan tidak mengganggu lalu lintas kapal yang melintas di kawasan Sungai Kapuas, khususnya di zona Kota Pontianak.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Jangan sampai aktivitas rekreasi justru menimbulkan risiko bagi pengguna sungai lainnya,” tegasnya, Senin, 27 April 2026.
Lebih lanjut, Herman menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, terutama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang menjadi payung hukum utama dalam pengelolaan aktivitas di perairan Indonesia.
Dalam Pasal 117 UU tersebut ditegaskan bahwa setiap kapal yang berlayar wajib memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran. Jetski, dalam hal ini, dikategorikan sebagai sarana transportasi air atau rekreasi yang tetap harus mematuhi standar keselamatan yang berlaku.
Oleh karena itu, pengelola Panorama Jetski diwajibkan untuk berkonsultasi dengan KSOP guna menentukan zona operasional yang aman dan tidak mengganggu jalur pelayaran utama. Penentuan area khusus untuk aktivitas rekreasi menjadi langkah krusial demi menjaga keseimbangan antara pariwisata dan keselamatan.
Herman juga menyayangkan jika potensi besar Sungai Kapuas tidak dimanfaatkan secara optimal. Ia menilai, dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis standar keselamatan tinggi, Sungai Kapuas berpeluang menjadi destinasi wisata air kelas dunia.
“Panorama Jetski bisa menjadi pionir. Ini harus menjadi contoh bahwa pariwisata air di Pontianak tidak hanya menarik, tetapi juga patuh terhadap regulasi dan mengedepankan keselamatan,” ujarnya.
Ia pun berharap pihak syahbandar dapat memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Pontianak dalam mengembangkan sektor wisata air yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Red/Ron
%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%201080%20piksel)%20(1080%20x%20(13).jpg)