Sidang PTUN Ungkap Dugaan Skandal Solar Rp14 Miliar, Mantan Direksi Perseroda Mengaku Jadi Korban

 



Kalbarsatu.web.id //

KAPUAS HULU – Bangunlah rakyat Kapuas Hulu! Inilah kenyataan paling mengerikan yang terjadi di depan mata kalian: Negara bukan lagi milik rakyat, tapi harta rampasan para penguasa dan kerabatnya! Flora Darosari, S.Psi., mantan Direktur Keuangan dan Administrasi Umum PT Uncak Kapuas Mandiri (Perseroda), dihukum, dipecat, dan dikorbankan nyawanya di dunia kerja semata-mata karena berani mencegah pencurian uang rakyat senilai Rp14 MILIAR!

 

Ini bukan sekadar pemecatan jabatan. Ini adalah PEMBUNUHAN KARIR ORANG JUJUR SECARA SAJA! Ini adalah perang nyata yang dinyatakan oleh kekuasaan busuk terhadap kebenaran! Melalui kuasa hukumnya, Dominikus Arif, digemakan amarah yang meluap-luap: "Mereka merasa berhak menjarah, dan siapa yang berani menghalangi, akan dimusnahkan sampai ke akar-akarnya!"

 

Selama 5 tahun, dari 2017 sampai 2022, mereka merampok tanpa kedip. SETIAP BULAN 5 TANGKI SOLAR SUBSIDI MILIK RAKYAT DICURI! Tiap tetesnya adalah darah keringat petani, nelayan, dan pengemudi yang membutuhkan. Dan pencurian massal ini tidak berjalan sendirian! Ada antek dalam yang membukakan pintu lebar-lebar: oknum PT UKM berinisial YF dan TRS.

 

DAN INI FAKTA PALING MENYAKITKAN: TRS ADALAH KEPONAKAN SEKRETARIS DAERAH KAPUAS HULU, AMBROSIUS SADAU! Cukup sudah! Kerabat dijadikan perampok resmi! Jabatan negara dijadikan tameng pencurian! Inilah nepotisme yang menelan daging rakyat sendiri!

 

SI JUJUR DITEKAN, PERINTAH PENJARAH DILAKSANAKAN!

Saat Flora Darosari berani tegak lurus dan melaporkan kebocoran itu, serta memutuskan mengganti transportir pencuri, kekuasaan meledak dengan teror yang mengancam nyawa jabatan:

 

Tanggal 24 Desember 2022, pesan ancaman masuk ke ketiga direksi lewat utusan kekuasaan bernama Jalung, dengan bahasa yang menantang hukum:

"JANGAN KALIAN GANTI ANGKUTAN EDY! KALIAN YANG AKAN DIGANTI NANTI! SAYA JALUNG HANYA MENYAMPAIKAN PESAN BELIAU!"

 

Lalu ditambah dengan kesombongan yang memuakkan:

"HUBUNGAN EDY DENGAN BELIAU SEBELUM KAMPANYE, SAAT KAMPANYE, SAMPAI SESUDAHNYA, TAKKAN PERNAH PUTUS!"

 

BUKTI TEROR INI SUDAH DILEMPARKAN KE MEJA HAKIM PTUN PONTIANAK! MEREKA BERANI MENGANCAM DI ATAS KETENTUAN NEGARA!

 

Belum selesai di situ. Tanggal 17 Januari 2023, Asisten Perekonomian Triwati datang membawa titah mutlak dari singgasana:

"SUDAH TERLANJUR GANTI, TAPI DENGAR BAIK-BAIK! JANGAN BERANI SENTUH ATAU KACAU EDY Sedikit PUN!"

 

ARTINYA DENGAN KATA LAIN: "BIARKAN RAKYAT KELAPARAN, BIARKAN NEGARA RUGI, ASALKAN KRONI KAMI BISA TERUS MENIMBUN HARTA!"

 

 

 

PEMALSUAN DOKUMEN: KEJAHATAN YANG DIPERTAHANKAN DENGAN MULUT Bergelar!

Ketika pencurian terbongkar, mereka menambah dosa dengan kejahatan baru: MEMALSUKAN CAP NEGARA, TANDA TANGAN RESMI, DAN NOTA PEMBELIAN SECARA JAHAT! PT Perintis membuat surat bohong tanggal 15 Desember 2022 untuk menipu Pertamina.

 

Namun, kejahatan tidak bisa lari dari kenyataan. Saat dikonfirmasi muka ke muka pada 20 Januari 2023, DIREKTUR PT PERINTIS TANPA MALU-MALU MENGAKUI: "IYA, SAYA YANG MEMALSUKANNYA!" Pengakuan busuk itu TEREKAM JELAS DAN TAK BISA Dipungkiri LAGI!

 

Semua bukti, rekaman, surat ancaman, pengakuan penjahat, SUDAH DITUMPUKAN DI PINTU KEJAKSAAN TINGGI KALIMANTAN BARAT SEJAK 14 JUNI 2023!

 

Kini tantangan kami lempar ke muka penegak hukum: APAKAH KALIAN MASIH BERANI DIAM? APAKAH KALIAN MASIH TAKUT PADA JABATAN? INGAT! KALIAN BEKERJA UNTUK NEGARA DAN RAKYAT, BUKAN UNTUK MELAYANI KEPENTINGAN KELUARGA PENGUASA!

 

DetektifInvestigasigwi.com bersumpah: Kebenaran ini tidak akan mati! Kami akan terus berteriak, terus membuka fakta, sampai keadilan benar-benar turun dan menindas siapa pun yang bersalah, tanpa pandang bulu!


Tim Red